Media Kreativitas, Untuk Menunjukkan Eksistensi

Resensi Novel: Tempurung



Menilik buku ini, seperti mendengar hitam-putih kehidupan perempuan. Perlakuan yang diterima perempuan disaat mereka dewasa dan memulai suatu hubungan dengan lelaki. Gambaran tentang kehidupan perempuan setelah menikah dikisahkan sangat dramatis, dimana perempuan-perempuan yang diceritakan memiliki hubungan rumah tangga yang tidak harmonis. Perlakuan terhadap perempuan dengan semena-mena dengan mengganggap perempuan sebagai mahluk lemah yang dapat diperlakukan tidak adil.
Ketidakadilan digambarkan dengan perlakuan suami yang melakukan selingkuh, perempuan hanya sebagai oknum yang melahirkan anak, perempuan adalah ibu artinya melahirkan, membesarkan dan mendidik anak. Peran ini adalah tanggung jawab sepenuhnya yang di pikul oleh perempuan. Perlakuan yang tidak adil terhadap perempuan membuat sebagian perempuan sadar akan kondisinya. Sehingga ada yang memutuskan untuk memilih tidak menikah atau memilih pasangan sejenis (perempuan/lesbian).
Terdapat juga anggapan bahwa lelaki itu adalah binatang penyiksa perempuan. Bahkan perasaan ini ditemui oleh seorang anak gadis yang merasa tidak mendapat perhatian ayahnya. Untuk mengingat wajahnya saja dia tidak bisa, oleh karena ayahnya tidak pernah bercanda atau melakukan sesuatu terhadap putrinya. Ayahnya yang selalu focus terhadap karier dan buku-bukunya dan menyampingkan masalah keluarga, termasuk dalam mendidik anak. Sekalipun anak mencoba menarik perhatian si ayah, akan tetapi ayah tidak memberi respon. Pada akhirnya yang mengambil posisi untuk mendidik anak diambil alih oleh si ibu.
Suatu pelajaran yang menarik dari buku ini bagi saya adalah sikap dari ibu rosa dalam membimbing rosa anaknya. Kata-kata yang sering diulang ketika rosa mempertanyakan kebahagian rumah tangga dan cinta ayahnya kepada ibunya. Jawaban yang lantas diberikan ibunya adalah kau akan belajar ketika kau akan mengalami peristiwa itu sendiri. Bagaimana nanti sikap mu terhadap anak mu dan bagaimana nanti perlakuanmu terhadap orang yang berada disekitarmu.
  
Kritik
Dari semua pengalaman perempuan yang diceritakan dalam novel ini tidak ditemukan cerita keluarga yang harmonis. Menitik beratkan bahwa dunia perempuan seolah dunia yang terpisah dari lelaki, membuat perempuan membenci laki-laki karena perlakuan yang tidak adil.
Perlu digaris bawahi dalam setiap pengalaman yang diceritakan bahwa laki-laki disebutkan tidak bertanggung jawab dengan tidak menafkahi keluarga. Artinya ketika disebutkan bahwa laki-laki tidak bertanggung jawab, berarti ada anggapan bahwa seharusnya laki-laki lah yang bertanggung jawab untuk menghidupi keluarga. Melihat pandangan ini artinya penulis novel sepakat bahwa yang menjadi penentu dalam sebuah keluarga termasuk dalam menafkahi adalah laki-laki. Sebab, apa salahnya jika perempuan yang menafkahi rumah tangga. Adakah yang harus dipersoalkan, bukankah dengan demikian berarti sistem partriarki itu tidak akan utuh selamanya.
Secara keseluruhan cerita yang digambarkan dalam novel tempurung ini mengambarkan bahwa perempuan bisa dikatakan tidak memiliki pendirian sama sekali. Mereka juga butuh cinta, anak, keluarga dan sentuhan akan tetapi beranggapan akan mendapat semua itu dari laki-laki. Pola pemikiran yang tidak konsisten ketika perempuan itu remaja dan mendapat perlakuan yang kurang baik dari laki-laki dia memutuskan untuk tidak menikah. Akan tetapi setelah dewasa pada akhirnya dia memilih untuk menikah. Kasus lain ketika perempuan itu diperlakukan dengan tidak baik dia juga berlaku seperti itu,  misalkan saja dengan menelantarkan anaknya sendiri atau melacurkan dirinya demi uang. Padahal jika dia ikut melacurkan dirinya artinya dia juga bisa berakibat menghancurkan  hubungan rumah tangga orang lain setidaknya.
Dari persoalan setiap keluarga yang menjadi korban tetap adalah anak-anak. Anak dalam keluarga itu menjadi korban yang tidak tahu menahu sebabnya. Pola perilaku yang ditunjukkan orang tuanya juga pada akhirnya tertular kepada si anak. Sehingga sering terjadi pola yang sama berulang kembali dilakukan oleh anak yakni ketidakharmonisan dalam keluarga. 


Share:

No comments:

Post a Comment

Postingan Populer

Labels

Postingan Terbaru